Palm Oil Mill – Threshing

ThresherThresher adalah sebuah alat yang berfungsi meleraikan buah dari tandannya dengan cara membanting SFB(Sterilized Fruit Bunch). Bentuk Thresher sangat simpel, berupa sebuah dram silnder panjang yang berputar secarta horisontal dengan kelajuan antara 20 hingga 24 rpm. Dram dirancang dengan kekisi untuk melepaskan fruit kebawah yang selanjutnya akan dihantar ke Press station.

Maksud dan tujuan desain dari pada stasiun ini adalah sebagai berikut :

  • Untuk melepaskan biji kelapa sawit dari tandan.
  • Menjaga kestabilan secara berterusan yaitu membekalkan fruit yang cukup untuk stesen Press

Hasil proses yang diharapkan pada stesen ini adalah biji yang terpisah dengan tandan melalui cara bantingan pada kekisi dram. Biji yang telah terpisah akan dibawa ke stesen Press sedangkan tandan kosong pula akan diperah kemudian dibawa ke tempat penimbunan sementara. Meskipun alat ini simpel seperti yang saya sebutkan datas dan tidak memerlukan penjagaan tiap masa tapi ada banyak alat pendukung pegoperasiannya. Alat pendukung ini saling berkait dengan yang lain.

HOIST CRANE
Hoist Crane           Hoist crane adalah jentera angkat yang digunakan untuk memindahkan cages yang berisi Sterilized Fruit Bunch(SFB) ke hopper thresher. Kapasiti sebenar alat angkat alat ini mestila lebih besar dari beban operasi. Jumlah Crane tergantung kapasiti kilang, untuk kilang 30-50 tan menggunakan 2  unit(1 unit beroperasi)  dan kilang 50-60tan atau lebih menggunakan 3 unit(2unit beroperasi)

Kejayaan operasi alat ini dikira dari hoist cycle time (HCT) yaitu waktu kitaran pemindaha cages untuk mencapai kapasiti FFB sessuai desain kilang. Kitaran pergerakan alat ini terdiri dari:

  • Gerakan naik-lambat (slow lifting)
  • Gerakan naik-cepat (fast lifting)
  • Gerakan turun-lambat (slow down)
  • Gerakan turun-cepat (fast down)
  • Gerakan maju-lambat (slow traveling)
  • Gerakan maju-cepat (fast traveling)
  • Gerakan berputar (tilt up dan tilt down)

 

Perhitungan Hoist Cycle Time (HCT) yang didesain pada Pabrik Kelapa Sawit dapat dilakukan dengan persamaan sebagai berikut :

                                           Vl       x        60

           HCT          =    ————————-    x    HC   (minit/unit)

                                                    Throughput

Unttuk contoh:

  • Kapasiti cages  (Vl ) = 2.75 tan
  • Jumlah beroperasi Hoist Crane (HC) = 2 unit
  • Jumlah isi sterilizer (Vs) = 10 unit cages
  • Throghput kilang sesuai design = 60 T/H

                                           2.75(tan)       x        60(minit)

           HCT          =    ————————-    x    2(unit)

                                                   60(tan)

=     5.5  minit/cages

Faktor yang mempengaruhi krja crane:

  • Stesen sterilizer (membekal cages berisi SFB)
  • Stesen press (penerima biji dari thresher)
  • Operator-operator hoist crane
  • Pelarasan alat-alat pada stesen threshing, autofeeder dan lain lain.

 

Bagian-Bagian Utama Hoist Crane

  1. Chain sprocket dan Rotary chain (tilt-up dan tilt-down)
  2. Hook frame (rangka bergerak tempat chain sprocket, shaft, pulley, dan lain-lain.)
  3. Wire rope ( f = 14 mm )
  4. Wire drum
  5. Traveling motor/gear box (untuk maju-mundur)
  6. Tilt up-tilt down motor/gear box
  7. I – Beam (landasan maju-mundur crane)
  8. Coil Spring cable
  9. Wire rope pulley.

Maintenance Hoist Crane

  • Pelumasan gear box, bearing dan elektro motor yang cukup.
  • Pelumasan wire rope, rope drum dan rope guide untuk mengurangi keausan akibat gesekan, bila ditemukan 3 sampai 6 dawai yang putus maka sebaiknya wire rope segera diganti.
  • Pemeriksaan tautan giar-giar transmisi cukup pelumasan dan bila ada yang aus segera diganti.
  • Pemeriksaan chain sprocket dan chain-nya, bila sudah aus segera diganti untuk mencegah terjadinya slip saat beroperasi.
  • Pemeriksaan semua bolt-nut, bila ada yang kendur segera dikencangkan.
  • Pastikan kondisi kimpalan pada sambungan I-beam baik, juga bila  keausan ketebalan I-beam sudah mencapai  ± 30% sebaiknya segera diganti.
  • Pemeriksaan kabel instalasi dan panel elektrikalnya terpasang dengan baik untuk menghindari terjadinya short.

HOPPER

Cages yang diangkat oleh crane dituang di hooper, bukan untuk ditmpung disini tapi untuk menjaga klajuan suapan thresher. Meskipun didesain untuk menampung lebih dari satu cages SFB namun sebaiknya hanya diisi satu cages pada satu masa, tujuannya adalah:

  • Luncuran SFB ke auto feeder secara gravitasi lancar.
  • Mencegah overload yang boleh engakibatkan kerusakan pada hopper atau bahagiannya dan juga menyebabkan oil loss yang tinggi pada tandan.
  • Suapan hanya dilakukan oleh auto feeder ke drum thresher.
  • Biasanya setiap hopper memiliki auto feeder untuk pengaturan suapanSFB ke drum thresher, dimana alat ini diperlengkapi dengan shaft berjari-jari dan rpm-nya 0.5 – 1.  Fungsi auto feeder pada hopper adalah sebagai berikut :
  • Menjaga jumlah suapan SFB tidak overload ke drum thresher melainkan secara konstan dan kontinu tanpa delay.
  • mencegah kerusakan (cepatnya laju keausan)/kemacetan drum thresher akibat overload, seperti patahnya shaft, electrical trip dan lain-lain

Bagian-Bagian Utama Hopper

  • Body dengan plate lantai luncuran.
  • Kaki/support hopper bagian belakang yang dilengkapi dengan pengaturan kemiringan body (biasanya antara 30°sampai 45°).
  • Auto feeder alat pengatur jumlah suapan ke drum stripper dengan 0.5 sampai 1 rpm.

Maintenance Hopper

  • Periksa kebocoran dan kimpalan.
  • Periksa keausan sprocket/chain.
  • Pelumasan pada gear box, chain maupun bearing elektro motor hedaklah dilakukan secara berkala.
  • Bersihkan jari-jari auto feeder  dan lantai hopper setiap akhir proses.
  • Pastikan jari-jari auto feeder tidak ada yang patah atau ganti bila sudah aus.
  • Periksa kabel instalasi dan panel elektrikalnya terpasang baik.

SISTEM TIPPLER

TiplerUntuk kilang yang di desain menggunakan cages besar lebih dari 5tan biasanya akan menggunakan Tippler. Sistem Tippler adalah lebih simpel dan pengoperasian lebih mudah jika dibanndingkan dengan sistem hoist crane, konstruksi bangunan dan kos penjagan juga lebih murah. Fungsi Tipler sama dengan Hoist Crane yaitu menuang buah dari cages dengan cara memusing cages. Bezanya adalah Tippler tidak menuang buah diatas Tresher tapi SFB dituang dibawah kemudian dibawah ke Tresher dengan menggunakan Scrapr Bar Conveyor .

tippler-3Rekaan awal Tippler sering mengalami hambatan sebab SFB  langsung pada conveyor sehingga suapan tidak stabil. Adakalanya coveyor kosong ada kalanya pula terlalu penuh hingga menyebabkan overload pada conveyor atau Thresher itu sendiri, ini berakibat mesin sering trip atau rantai putus.

tipler2
Untuk mengatasi masalah ini kilang yang lebih bareu akan membuat hopper dibawah Tippler yang dilengkapi dengan damper sehingga besar kecil suapan boleh dilaraskan.

THRESHER

thresher1Thresher merupakan tujuan utama pada stasiun ini, yakni proses pembrondolan cook fruit bunch. secara bantingan,  dimana cook fruitless dibawa ke stasiun press dan janjangan kosongnya dibawa keluar Pabrik Kelapa Sawit (empty bunch area).

Bagian-Bagian Utama Thresher

  1. Body

Bodynya terdiri dari plate yang berbentuk tirus kebawah bertujuan:
Mengarahkan fruit. jatuh tepat ke below conveyor dan dibawa  ke digester melalui beberapa conveyor dan fruit elevator.

  1. Drum Stripper

Drum inilah alat utama untuk melakukan peleraian/pelepasan fruit dari tandannya. Peleraian berlangsung di dalam dram thresher oleh shaft dram yang berputar sehingga bantingan  terjadi dari plate stripper 6 sampai 7 kali dari ketinggian maksimum. Target kegagalan peleraian sesuai Standard Operation Procedure management  hanya maksimal 5%, bila diatasnya harus dilakukan suatu pemeriksaan terhadap stesen sterilizer, peralatan Threshing, kualiti FFB itu sendiri(grading)

Pada dram thresher dipasang pelat pelempar (stripper) yang berfungsi mengangkat SFB untuk proses bantingan. Prinsip pemasangan stripper ini adalah sebagai berikut:

  • Sudut/kemiringan plate pelempar ini biasanya 7° sampai 15°.
  • Panjang ± 80 cm.
  • Ketinggian ± diameter rata-rata sais tandan.
  • Jumlahnya mengikut jumlah kolomnya, biasanya ada 3 kolom dan tiap kolom dipasang stripper dengan bentuk spiral mengarah keluar.
  • Pengaruh jarak antar pelempar dengan proses peleraian terhadap Fruit :
  • Jarak antar pelempar 180º, dimana waktu tandan dilempar langsung diangkut oleh pelempar lainnya sehingga tandan tidak ada waktu bergulir pada drum.
  • Jarak antar pelempar 90º, dimana pada waktu tandan dilempar dan jatuh mempunyai waktu bergulir pada dram kemudian diangkut oleh pelempar lainnya.
  • Jarak antar pelempar 120º, dimana pada waktu tandan dilempar jatuh punya waktu sedikit bergulir lalu langsung diangkut  pelempar lainnya.

Pemasangan jarak plate kekisi yang ideal pada drum biasanya 40 mm sampai 50 mm. Jarak kisi-kisi dram dipantau secara berkala untuk memantau adanya penyempitan, peregangan dan kerusakan (patah) sehingga tandan tidak terikut ke stesen press..

Untuk mendapatkan peleraiaan yang maksimum pada dram thresher, maka putaran dram harus diperhitungkan biasanya 20 sampai 24 rpm. Bila rpm tidak seimbang dengan jumlah suapan dari auto feeder misalnya rpm terlalu lambat atau terlalu cepat, maka hal ini mengakibatkan kerugian, seperti berikut:

  • rpm terlalu cepat berakibat throughput lebih tercapai tetapi loss fruit (oil dan kernel) loss akan tinggi meskipun operasi disterilizer sudah baik, karena waktu peleraian tidak optimal.
  • rpm terlalu lambat  berakibat waktu pemipilan terlalu panjang sehingga cenderung menyebabkan oil  loss tinggi pada empty bunch stalk, bahkan dapat menyebabkan overload dan keausan pada peralatan lebih cepat.

Kecepatan drum thresher biasanya dilaraskan oleh pihah electrical dengan formula sebagai berikut :

                                           40       x        (D-d)/2

          N         =    ————————-  

                                                    (D-d)

dimana :           N = rpm Threshing

D = diameter drum

d = diameter SFB

Misal : D = 1.8 m dan d = 0.3 m, maka rpm drum yang ada direncanakan adalah :

                                           40      x       (1.8-o.3)/2

           N          =    ————————-

                                                    (1.8-0.3)

 

=      23.09 rpm  @  23 rpm.

Maintenance Thresher

  1. Pembersihan setiap hari body, sisi-sisi pintu dari kotoran minyak yang melekat dan sampah-sampah yang menumpuk pada hanger bushing below thresher conveyor.
  2. Pembersihan kekisi yang terhambat oleh tandan kecil atau dari benda asing lainya.
  3. Periksa kekisi yang mereggang, menyempit dan patah, jika ada segera diperbaiki.
  4. Periksa kimpalan yang lepas atau retak pada body dan drum, seperti pada pintu, kekisi, stripper, jejari drum, shaft drum(desain baru tidak lagi menggunakan shaft) dan lain-lain, jika ada kerosakan segera diperbaiki.
  5. Lakukan pelumasan pada gear box, bearing-bearing dan roller yang cukup.
  6. Periksa kabel elecrical dan pastikan terpasang baik.

Below Thresher Conveyor
Below thresher conveyor adalah berfungsi sebagai penampung dan sekaligus pembawa fruit hasil peleraian dari dram thresher. Pada amnya alat ini selalu tepat simetrik di bawah dram dan bersambung dengan body thresher.

Pembersihan serat-serat ataupun sampah harus selalu terjaga agar penumpukan fruit pada hanger-hanger bushing tidak terjadi. Jarak kekisi hendaklah sentiasa dipntau untuk mengurangi kerusakan pada alat ini. Bila terjadi peregangan kekisi maka tanda kecil akan terikut jatuh ke conveyor bersama fruit sehingga mengakibatkan overload pada conveyor, dan lebih parah lagi bila banyak tandan kecil sampai ke screw press boleh menyebabkan trip atau shaft patah.

BUNCH CRUSHER

Tandan yang keluar dari Thresher tidak semua dileraikan dengan sempurna, antara penyebanya adalah:

  • Perebusan FFB di sterilizer tidak tidak sempurna. Biji bahagian dalam tidak terlepas dari tandan.
  • Kualiti FFB yang lepas dari pengawasan grading. Buah yang dituai mentah tidk akan lerai dari tandan walaupun sudah melalui proses sterilizer yang sempurna, begitu juga dengan buah sakit mungkin akan lerai sebahagian dan sebahagian lagi seperti buah yang belum direbus.
  • Suapan Thresher yang terlalu laju. Ini menyebabkan masih banyak fruit dalam tandan.

Sejenis alat yang dinamakan Buch Crusher digunakan untuk mengatasi hal diatas. Alat ini berupa shaft dengan helical gear untuk menjepit tandan, setel;ah melalui mesin ini diharapkan masih dapat meleraikan fruit dari tandan pada retresher.

Bagian-Bagian Bunch Crusher

  1. Inclined empty bunch scraper conveyor.
  2. Spur gear/helical gear
  3. Gearbox, elektro motor.
  4. Chute tandan menuju unit thresher.

Maintenance Bunch Crusher

  1. Pemeriksaan keausan spur gear/helical gear, bila sudah aus lakukan rebuilding atau penggantian.
  2. Pelumasan gear box, bearing, chain yang cukup.
  3. Pemeriksaan chain, liner chain dan sprocket, bila sudah aus segera diganti.
  4. Pemeriksaan semua bolt-nut scraper, bila longgar segera diketatkan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
  5. Pastikan Chain tidak kendur.

Re-Thresher
Re-Thresher atau Second Tresher adalah sama dengan Threser. Bahagian dan cara penyelenggaraan hampir sama dengan Thresher.
EMPTY BUNCH SCRAPER
scraperbar
Empty bunch scraper bertujuan membawa tandan kosong yang keluar dari thresher, tandan ini akan dibawa ke tempan penampunag tandan sementara. Bilangan dan panjangnya tergantung pada desain kilang. Bahagian utama alat ini adalah:

  1. Scraper chain untuk membawa tandan kosong.
  2.  Gear box, elektro motor, chain, sprocket dan liner chain.

Maintenance Empty Bunch Scraper

  1. Pelumasan gear box, bearing, chain yang cukup.
  2. Pemeriksaan chain, liner chain dan sprocket, bila sudah aus segera diganti.
  3. Pemeriksaan semua bolt-nut scraper, bila longgar segera diketatkan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
  4. Periksa rantai tidak kendur.

PARAMETER KEJAYAAN STESEN THRESHING

Secara umum parameter kejayaan proses pemisahan fruit pada stesen ini adalah sebagai berikut :

 

No. Parameter To FFB

( % )

To Sample

( % )

1. Oil loss pada fruit empty bunch 0.05 0.60
2. Oil loss pada fruit empty bunch 0.30 4.00
3. Kernel loss pada fruit empty bunch 0.02 0.60
4. USB (Un-Strip Bunch) 5.00 5.00

Faktor yang sangat mempengaruhi hasil Threshing :
–          Kuailiti FFB yang diterima.
–          Sterilizing.
–          Suapan.

unstrip

[single_bg url=”http://boneputra.com/storage/2016/12/Thresher.jpg”]

Kongsikan

Leave a Reply