Sekilas Mengenai Pengolahan Kelapa Sawit

boneputra-kelapasawitPada masa ini bisnis perladangan kelapa sawit masih bergantung pada kualiti dan kuanttiti dari dua produk utama yaitu crude palm oil dan kernel palm oil dalam satuan Oil Extraction Rate (% OER) dan Kernel Extraction Rate (%KER).

CPO per ha = Yield/ha * % OER

% OER = CPO/Meisocrap * Meisocrap/Fruit * Fruit/FFB

Dari formula diatas jelas sekali bahwa ffb kunci utama. Maka dari itu perlulah diupayakan sedapat mungkin melakukan cara cara perolehan, penanganan dan pengolahan ffb.

1: Pemilihan benih
Pemilihan benih sangat besar pengaruhnya untuk mendapatkan daging buah yang tebal dan tempurung yang tipis.

2: Pemeliharaan Ladang dan penuaian buah
Untuk mendapatkan sekurang kurangnya 65% buah dalam tandan kelapa sawit diperlukan sentuhan agronomi.
-Tingkat kesempurnaan pembuahan
-Perawatan dan pembajaan yang sesuai dengan jenis tanah
-Pengurusan masa panen
-Cara penanganan tandan sampai ke kilang

3: Sterilization
Tekanan steam perebusan 2,8 – 3,0 bar
Waktu proses perebusan, masa yang biasa digunakan ialah antara 80 – 95 minit
Kesempurnaan pembuangan udara dan air.

4: Threshing
Pengisian Thresher yang berterusan dan muatan yang sesuai. Pengisian terlalu penuh mungkin akan menyababkan pemisahan fruit dan dari bunch tidak sempurna.
Fruit loose hendaklah segera di bypass ke digester.

5: Digester & Press
Feeding digester berterusan dan level pengisian selalu penuh
Drain digester lancar
Temperatur digester dijaga 90 – 95 oC
Strainer Press lancar
Screw press reducting pitch

6: Clarifikation
Menjaga konsistensi komposisi oil in crude pada 25– 35 % dengan mengatur flow water dilution
Menjaga temperatur tangki tangki di clarifikasi pada 90 – 95 oC.
Konsistensi pengutipan minyak di recovery tank dan atau Fat pit.

7: Lab. Quality Control
Konsistensi operasional proses yang baik dan benar
Komunikasi data kualiti pengolahan dari hasil analisa laboratorium pada operator processing

Kongsikan

Leave a Reply